Sabtu, 21 April 2012

STRATEGI PEMASARAN MINUMAN SEHAT SARI BIJI NANGKA

Dewi Richa , Wulansari (2011) STRATEGI PEMASARAN MINUMAN SEHAT SARI BIJI NANGKA. [Research]
[img]PDF
83Kb

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Merencanakan usaha produksi, pemasaran, keuangan pada sari biji nangka. 2) Mengetahui IFAS dan EFAS dari produk dan usaha. 3) Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman (SWOT) produk dan usaha. 4) Menentukan strategi usaha yang dijalankan. 5) Mengimplementasikan strategi usaha yang dipilih. 6) Mengevaluasi implementasi usaha yang dijalankan. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Juli 2010, dan pameran produk sari biji nangka diadakan pada tanggal 14-20 Juni 2010 di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Tahapan penelitian perencanaan usaha meliputi produksi,pemasaran dan keuangan. Membuat analisis SWOT berdasarkan data IFAS dan EFAS, kemudian menentukan alternatif strategi usaha yang dipilih, mengimplementasikan alternatif strategi usaha yang dipilih dan mengevaluasi implementasi usaha yang dijalankan. Hasil penelitian ini adalah: 1) Perencanaan usaha sari biji nangka berbentuk industri rumah tangga (home industry) yang berada di Kepuh Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Melibatkan 2 orang karyawan, masing-masing bertugas dibagian gizi dan pemasaran. Penetapan harga jual sari biji nangka menggunakan metode mark-up sebesar 30%, dengan harga jual sebesar Rp2.900 per-kemasannya dan dengan berat bersih 250 ml/botol dalam jangka waktu 1 bulan. 2) Total skor EFAS dan IFAS usaha produk sari biji nangka yaitu IFAS 3,1 dan EFAS 3,02. Nilai total skor IFAS lebih berpengaruh besar terhadap pemasaran produk sari biji nangka. 3) Matrik SWOT menggambarkan bahwa sari biji nangka mengandung fosfor yang tinggi yang baik bagi tubuh, kelemahan daya simpan produk tidak tahan lama, peluang target pasar untuk semua kalangan masyarakat, dan ancaman banyak produk sari nabati dipasaran. 4)Alternatif strategi pemasaran produk sari biji nangka dirumuskan berdasarkan model analisis SWOT. 5) Implementasi alternatif strategi pemasaran berdasarkan analisis SWOT yang dipilih adalah dengan strategi SO (Strength-Opportunities) teknik pemasaran diantaranya adalah mempromosikan melalui internet, menampilkan informasi nilai gizi dan mempromosikan produk dengan personal selling dan mengikuti pameran. 6) Evaluasi implementasi strategi pemasaran dengan strategi SO menunjukkan bahwa pemasaran produk sari biji nangka selama 1 bulan mendapat laba sebesar Rp78.921,- dengan jumlah penjualan mencapai 763 botol dan dengan jumlah pemasukan Rp2.212.700,- selama 1 bulan, dengan demikian dapat diketahui bahwa strategi pemasaran SO yang diterapkan sudah berhasil dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar